Wes Bengi, Adus Disek...

Sebuah yayasan yg menaungi beberapa rumah sakit dan sekolah ilmu kesehatan di surabaya bertahun2 harus berkelut dengan sengketa kepengurusan yg pelik.

Sebuah yayasan yg memiliki sejarah panjang, didirikan organisasi besar dan diurusi oleh orang2 hebat itu kemudian benar2 terbelah dan berseteru hebat.

Masing2 pihak merasa punya kartu as. Sesekali mereka sekedar saling mengintai, lain waktu mereka frontal menyerang, tapi kemudian hilang begitu saja. Begitu seterusnya hingga bertahun-tahun.

Akar persoalan tidak pernah benar2 selesai!

Walaupun aktivitas yayasan masih bisa berjalan, namun energi harus terbagi dengan merancang strategi untuk saling mengalahkan dan menjatuhkan.

Beberapa upaya telah dilakukan tapi upaya itu hanya menambah tinggi tumpukan dokumen yg mesti disimpan di rak2 arsip. Konflik bukannya selesai, justru semakin kusut.

Mempelajari tumpukan dokumen pun tidak menjadikan terang persoalan, tapi justru semakin njelimet!

Hingga pada suatu titik terjadilah peristiwa yg tidak pernah diduga2 dan diada2kan sebelum2nya. Sebuah peristiwa yg membuat penyelesaian persoalan ini tiba2 menjadi sangat mudah dan sederhana. Hingga kemudian sengketa itu kini benar2 selesai!

Tentu saja ada banyak orang yg terlibat dalam penyelesaian sengketa yg nyaris membuat para pengurusnya frustasi itu, dan aku merasa bangga menjadi bagian (kecil) dari upaya penyelesaian ini.

Sejarah yayasan itu mungkin tidak pernah mencatat siapa aku dan apa yg aku ikut lakukan dalam dalam penyelesaian sengketa itu, tapi biarlah, aku akan mengenangnya sendiri dalam hati.

Wes bengi, adus disek ah...

#njupuk anduk

Du...du...du...