Memang Gak Lazim, Tapi: Biarin!

Nyaris tidak ada pekerjaan yg bisa sampai kebawa mimpi, apalagi sampai mengganggu jam tidurku hingga berhari2. Baru kali ini, dan ini menyiksa!

Awalnya kupikir karena ini pekerjaan yg sulit, tapi kok rasa2nya ini bukan yg tersulit. Mungkin ini hanya persoalan karena aku tidak terbiasa berdiri di sisi sebelah sini. Dulu, aku sering berdiri sebelah sana.

Setiap mereka meminta sesuatu, aku hampir selalu bisa memahami. Sedikit yg perlu aku debat, dan itu tidak sulit. Justru yg lebih sulit adalah meyakinkan si pemilik persoalan untuk memahami.

Hampir semua yg mereka minta adalah persis seperti yg pernah aku minta dulu ketika aku berposisi seperti mereka. Bahkan rasa2nya aku dulu lebih kasar.

Aku lebih sering hanya mengangguk2, tidak membenarkan tidak juga membantah.

Tentu ini gak lazim, karena si pemilik persoalan maunya aku terus bertarung habis2an dengan mereka. Pokoknya, tugasku adalah mencari2 argumentasi agar si pemilik persoalan bisa menang telak, bagaimanapun caranya!

Tentu aku tidak mau serendah itu menuruti apapun kemaunnya. Aku merasa harus melawan jika terus begitu, gak peduli masio dia adalah anggota xxx!

Ini yg disebut sebagai advocacy can be done from anywhere (Abdul Ghafur, 1452). Dengan posisi seperti ini pun aku berusaha untuk tetap memberikan ruang agar orang2 yg tidak berdosa mendapatkan haknya.

Memang gak lazim, tapi: babahno!

Tapi untungnya di fase2 akhir, belang mereka terlihat jelas bahwa motif mereka tidak seperti motifku dulu ketika aku berposisi seperti mereka, yakni: uang!

Pada titik itulah masalah tiba2 menjadi lebih mudah untuk diselesaikan, ketika aku sadar ternyata mereka tidak setulus yg aku kira.

Udah jam setengah 9, waktunya tidur!

zzzzz.....zzzzzz.....zzzzz.....