Menikmati Pilihan

Kalau ada sriwijaya, ada lion, aku pilih lion. Kalau ada lion, ada airasia, aku pilih airasia. Kalau ada airasia, ada citilink, aku pilih citilink. Kalau ada citilink, ada garuda, aku pilih garuda. Kalau ada garuda, ada batik, aku pilih batik. Kalau semua pesawat ada, pasti aku pilih batik.

Kalau ada kursi tengah, ada kursi lorong, aku pilih kursi lorong. Kalau ada kursi lorong, ada kursi jendela, aku pilih kursi jendela. Kalau semua kursi ada, pasti aku pilih kursi jendela.



Tapi terkadang hidup tidak selalu menyediakan pilihan yg kita mau. Pasrah atau mengeluh dalam hati menjadi pilihan yg masih tersedia.

Ketika aku dihadapkan pada tidak adanya pilihan2 yg aku mau, aku memilih pasrah saja. Karena mengeluh, tidak ada gunanya. Lebih baik bersiul dalam hati.

#naik sriwijaya di kursi tengah, diapit bapak2 gemuk yg menguasai sandaran tangan#

Komentar