Masjid Hubbul Wathan

NTB, tepatnya pulau Lombok, memang terkenal dengan masjidnya. Banyak, dan besar2. Masjid itu tersebar hampir di setiap desa, setiap RW. Bahkan setiap kampung. Kebanyakan memiliki kubah besar dan menara yg cukup tinggi.
.
Masjid terbesar ada di Mataram. Namanya Masjid Raya Hubbul Wathan. Sebagian orang menyebutnya Islamic Center. Masjid ini paling "ter" di Lombok. Luasnya, tingginya, dan megahnya. Ini adalah klimaks dari seluruh masjid yg ada di Lombok.
.
Masjid dengan 5 menara tinggi ini terletak di tengah kota. Sekitar 1 km dari bandara lama, Selaparang. Jalan Udayana.
.
Aku sempatkan untuk sholat dhuhur di situ. Kulihat cukup banyak orang yg sholat berjamaah di sana. Ada 4 baris shof jamaah sholat. Aku hitung kasar, 1 baris shaf, kurang lebih 100orang. Jadi total adalah 400orang. Itu tidak termasuk jamaah yg masbuq, dan jamaah perempuan. Cukup banyak, tapi terlihat sedikit jika dibanding dengan besarnya masjid. Tak lebih dari 10% dari kapasitas masjid.
.
Kulihat ada beberapa turis yg berwisata di lingkungan masjid. Menggunakan jubah khusus, turis2 itu dipandu oleh guide yg terlihat cukup lancar berbahasa inggris.
.
Dari luar, yg paling eye catching dari masjid ini adalah 4 menara tinggi dan 1 menara yg lebih tinggi dari yg lainnya. Aku iseng2 naik menara itu. Bayar 5rb. Kata guide, tinggi menara adalah 114 meter, angka yang sama dengan jumlah surat pada Alquran.
.
Dari atas menara dapat terlihat jelas pemandangan kota Mataram. Ke arah barat, jelas terlihat selat bali. Samar2  terlihat gunung Agung. Agak selatan sedikit, terlihat debur ombak pantai senggigi. Geser ke kanan, terlihat kaki gunung Rinjani yang kokoh. Tidak ada bangunan apapun di Mataram ini yg lebih tinggi dari menara ini.
.

Kalau malam, menara itu nampak menyala terang. Warna warni. Puncaknya berbentuk rumah adat Lombok. Sekilas puncak menara itu mirip menara gadang yg ada di Padang. Sekilas juga mirip menara ”two tower"-nya lord of the ring.
.
Di bagian depan, ada sebuah bedug besar.  Sangat mencolog. Terbuat dari kayu jati, dengan selaput gendang dari kulit sapi. Diameter kurang lebih semeter setengah. Bedug itu sumbangan dari PITI. Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (!).
.

Komentar