Orang Indonesia Hobi Menulis

Sekitar 10 tahun yang lalu, pemerintah mati-matian mendorong agar orang Indonesia gemar membaca. Mulai dari sekolah, kelurahan, puskesmas hingga kuburan! (ngapain juga pasang di kuburan) ditemui banner-banner ajakan untuk rajin membaca.

Tapi kini pemerintah kini terkaget-kaget melihat rakyatnya ternyata tidak sekedar gemar membaca, tapi juga keranjingan menulis!!

Dengan rajin menulis, berarti sekaligus dia telah rajin membaca. Paling tidak telah membaca tulisannya sendiri. Jelas ini sesuatu yang postif. Mengenai kualitas tulisan, atau penting gak penting tulisan, itu bagian dari proses.

Facebook (dan twitter)-lah yang telah merubah habit rakyat Indonesia. Ya, walaupun sebatas menulis update status, atau nge-twet dalam bahasa twitter, itu juga sebuah tulisan.

Mulai dari tulisan yang sekedar hembusan nafas (tuh kan keranjingan, hembusan nafas saja bisa jadi bahan tulisan!), keluhan sakit perut, gaji gak naik-naik, putus cinta, banjir, galau, kesepian hingga makian kepada Ferdinand Sinaga yang gagal mencetak gol ketika adu penalti.

Umumnya, mereka mampu menulis dengan sangat deskriptif, kreatif dan jenaka.

Rata-rata orang Indonesia mampu update status 2 kali sehari, artinya dalam sebulan ada 60 tulisan. Dengan 39 juta pemilik akun FB di Indonesia, maka dalam sebulan minimal ada 23 milyar tulisan!!

Itu belum termasuk twitter dan sosmed lainnya lho.

Ini jelas potensi besar yang mesti difasilitasi negara, karena facebook (dan sosmed lainnya) telah membuktikan bahwa orang Indonesia sejatinya memiliki bakat menulis yang luar biasa, walaupun masih sebatas 75-100 karakter.

Kalau bakat ini tidak disalurkan dengan cerdas, fenomena ini hanya akan dinikmati oleh produsen HP yang menjadikan Indonesia sebagai pasar HP yang empuk. Atau sejarah akan mencatat bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang keranjingan berkeluh kesah!



Komentar